Terima Kasih

Pendaftaran untuk menjadi Muzakki sudah kami terima, data diri anda segera kami proses.

admin_bazis@bazisdki.go.id

Badan Amil Zakat Infaq dan Shadaqah DKI Jakarta                    

Syarat Pengajuan Permohonan

Selamat Datang di Pangkalan Basis Data Bazis DKI Jakarta

Petunjuk Praktis Bagi Mustahik

a. Pengertian

Pengertian Mustahik.

Mustahik adalah orang atau badan yang berhak menerima zakat atau infak/sedekah. Menurut hukum syarak mustahik terdiri dari 8 asnaf (golongan), yaitu:

  1. Fakir ialah orang yang tidak memiliki harta dan tidak mempunyai penghasilan layak yang memenuhi kebutuhan makan, pakaian, perumahan dan kebutuhan primer lainnya.
  2. Miskin ialah orang yang memiliki harta dan mempunyai harta yang layak baginya, tetapi penghasilannya belum cukup untuk keperluan minimum bagi dirinya dan keluarga yang menjadi tanggungjawabnya.
  3. Amil Zakat ialah mereka yang melaksanakan segala kegiatan urusan pengumpulan dan pendayagunaan zakat, termasuk administrasi pengelolaan mulai dari merencanakan pengumpulan, mencatat, meneliti, menghitung, menyetor dan menyalurkan kepada mustahiknya.
  4. Mualaf ialah golongan yang perlu dijinakkan hatinya kepada Islam atau lebih memantapkan keyakinannya kepada Islam.
  5. Riqab ialah pembebasan budak belian dan usaha menghilangkan segala bentuk perbudakan.
  6. Gorimin ialah orang yang mempunyai hutang untuk kemaslahatan dirinya sendiri dalam melaksanakan ketaatan dan kebaikan atau untuk kemaslahatan masyarakat.
  7. Sabilillah ialah usaha dan kegiatan perorangan atau badan yang bertujuan untuk menegakkan kepentingan agama atau kemaslahatan umat.
  8. Ibnusabil ialah orang lain untuk melintasi dari satu daerah ke daerah lain untuk melakukan perjalanan yang kehabisan bekalnya bukan untuk maksud maksiat tetapi demi kemaslahatan umum yang manfaatnya kembali kepada masyarakat dan agama Islam.

Dari delapan asnaf tersebut, ada yang mempunyai hak menerima bantuan, ada yang menerima hak santunan dan ada pula yang menerima hak imbalan. Di samping itu ada pula anaf yang di samping menerima hak santunan dan sekaligus dapat menerima hak bantuan, yaitu fakir-miskin. Dalam hal BAZIS memberikan dana untuk keperluan konsumtif, seperti untuk membeli makanan dan pakaian dia menerima hak santunan. Tetapi bagi fakir-miskin yang ingin berusaha untuk berusaha mandiri, dan karena itu kepadanya diberikan modal usaha, berarti dia menerima bantuan.

Khusus bagi amilin, mereka adalah menerima hak imbalan. Karena mereka bekerja yaitu memungut dan atau mengumpulkan ZIS maka wajarlah apabila kepada mereka diberikan imbalan (balas jasa, kontra prestasi).

Banyak mustahik yang belum atau kurang memahami cara untuk memperoleh bantuan atau santunan dari BAZIS DKI Jakarta. Yang dimaksud dengan bantuan adalah dana yang diberikan oleh BAZIS yang dipergunakan untuk kepentingan usaha produktif, antara lain:

  1. dana untuk membangun tempat ibadah, sarana dan prasarana pendidikan Islam.
  2. dana untuk membantu pelajar/mahasiswa yang berupa beasiswa.
  3. dana untuk modal usaha, seperti untuk jualan rokok, membuka warung nasi, jualan makanan, jualan bakso dan lain-lain.

Sedangkan yang dimaksud dengan santunan adalah pemberian sejumlah uang dari BAZIS kepada mustahik yang sedang dilanda kesulitan terutama fakir-miskin, yang bersifat konsumtif.

B. Cara Memperoleh Bantuan

Mustahik mengajukan permohonan kepada BAZIS DKI Jakarta, dengan melengkapi persyaratan yang ditentukan. Persyaratan tersebut adalah sebagai berikut.

Bagi pembangunan tempat ibadah (mesjid, musala) :

  1. Surat-surat tanah;
  2. Gambar bangunan;
  3. Rencana Anggaran Belanja (RAB);
  4. Rekomendasi dari Walikotamadya yang bersangkutan;
  5. Persyaratan lain yang ditentukan oleh BAZIS DKI yang dianggap perlu.

Bea Siswa Pelajar SLTA/Mahasiswa :

  1. Kartu Pelajar/mahasiswa;
  2. Keterangan prestasi belajar dari kepala Sekolah/Dekan;
  3. Surat keterangan kutang mampu dari yang berwenang (Kepala Kelurahan yang diketahui oleh Camat setempat);
  4. Kesanggupan untuk belajar secara optimal (surat pernyataan);
  5. Mengisi formulir yang disediakan oleh BAZIS.

Bantuan/Pinjaman untuk Usaha Produktif:

  1. Fotokopi KTP dan KK;
  2. Keterangan dari Kepala Kelurahan tentang usaha yang dilakukan;
  3. Keterangan tidak mampu dari kepala Kelurahan/Camat;
  4. Persyaratan kesanggupan untuk mengembalikan pinjaman;
  5. Mengisi formulir yang disediakan oleh BAZIS.

Menunggu sambil mengecek ke BAZIS DKI Jakarta apakah permohonannya dikabulkan, ditolak atau ditangguhkan. Bagi mustahik yang terkabul, menunggu panggilan untuk menerima dana bantuan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

C. Cara Memperoleh Santunan

Yang berhak menerima santunan ada dua kelompok, yaitu :

1. Kelompok Fakir-Miskin

Santunan kepada fakir-miskin terutama diberikan pada waktu Hari Raya Idul Fitri, dengan tujuan agar mereka dapat ikut merayakan hari raya tersebut, tanpa harus berkeliling untuk meminta-minta. Santunan ini diambilkan dari zakat fitrah yang dikumpulkan oleh Panitia Zakat Fitrah RW atau Panita Zakat Fitrah khusus yang ada di majlis taklim, musala, mesjid atau yang sejenis itu yang dibentuk oleh BAZIS Kelurahan setiap satu tahun sekali. Panitia Zakat Fitrah ini berkewajiban sebagai berikut.

  1. Mencatat keluarga yang sedia memberikan zakat fitrah kepada panitia.
  2. Mencatat keluarga-keluarga fakir-miskin di lingkungannya.
  3. Merencanakan tempat pengumpulan dan pembagian zakat fitrah.
  4. Merencanakan jatah zakat fitrah per keluarga fakir-miskin berdasarkan perbandingan antara bagian zakat fitrah untuk fakir miskin dan jumlah keluarga fakir miskin.
  5. Membagi kupon-kupon pembagian jatah kepada keluarga fakir miskin.
  6. Memberikan santunan kepada fakir-miskin sesuai dengan yang tertera dalam kupon.

Panitia Zakat Fitrah RW, berkewajiban pula menyetorkan sisa hasil pengumpulan zakat fitrah kepada BAZIS Kelurahan, selanjutnya BAZIS Kelurahan menyetorkannya kepada BAZIS DKI Jakarta.

2. Kelompok Mualaf/Gorimin/Ibnusabil

Cara memperoleh santunan cukup mudah. Yaitu dengan cara datang ke BAZIS DKI Jakarta, dengan mengutarakan maksud kedatangannya (yaitu minta bantuan) serta menunjukkan.surat-surat keterangan, yang membenarkan bahwa dia mualaf, atau seorang gorimin (yang terlibat hutang) atau seorang yang sedang melakukan bepergian dengan maksud baik, tetapi kehabisan biaya (ibnusabil). Staf BAZIS DKI Jakarta, mencatat nama dan identitas permohonan santunan dalam Buku Santunan serta jumlah santunan yang diberikan, dilengkapi dengan tanda bukti pemberian santunan (kuitansi penerimaan) yang dipersiapkan oleh Petugas Bazis dan diketahui oleh Ketua Bazis atau pejabat lain atas nama Ketua Bazis.

D. Cara Memperoleh Hak Amilin

Hak amil dapat diambil pada waktu mereka menyetorkan uang ZIS, dengan cara memotong langsung dari jumlah yang berhasil dikumpulkan.

Copyright © 2016 Bazis DKI Jakarta